loading

Lebih Dari Sekedar Ucapan Terima Kasih

Nenek penjual jagung bakar

Disela hiruk pikuk kehidupan, kejadian seperti kisah dibawah ini sangat sering terjadi, bahkan mungkin kita terlibat didalamnya, walaupun mungkin saat kejadian kita tidak sadar, atau mungkin telinga dan mata kita sedang tidak peka. Kisah berikut cukup memberi cambukan dan rasa haru jika kita mau merasakannya sungguh-sungguh.

Buka hati, kuatkan respon hati nurani saat membacanya, dan kita akan merasakan betapa banyak kesalahan terjadi didunia ini, dan betapa banyak jiwa suci yang tidak tampak karena tertutup oleh "bungkus" yang tidak menarik.

~o o~

Seorang anak merengek minta dibelikan jagung bakar. Dengan sedikit enggan ibunya mengulurkan selembar uang dan mengawasinya dari kejauhan. Lalu si anak dengan tekun mengikuti gerak-gerik nenek tua penjual jagung bakar memainkan kipas bambunya. Mata kanak-kanaknya membulat terheran-heran pada pletikan biji jagung, asap, serta harum yang tertebar kemana-mana.

Kata Bijak Hari Ini
Semua orang tidak perlu menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya.

Sedangkan nenek tua berpakaian lusuh itu tersenyum melirik anak kecil yang jongkok di sebelahnya. Mata tuanya meredup melayang entah kemana. Sesekali dicubitnya pipi anak itu. Kemudian diberikannya jagung bakar itu pada anak yang sedari tadi berharap-harap takjub, katanya, "Ambil saja buatmu nak. Tak usah dibayar."

Si ibu mengucapkan terima kasih lalu berkata pada sang ayah, "Lumayan, kita dapat rejeki satu jagung bakar." Lalu mereka meninggalkan taman kota itu dengan kendaraan roda empat mereka.

Tunggu dulu wahai ibu! Mengapa kau menyebutnya sebagai "rejeki"? Bukankah dengan demikian si nenek tua itu malah kehilangan sebagian penghasilannya yang tidak seberapa? Tidakkah kau terpanggil untuk membalas pemberian itu dengan sesuatu yang lebih dari sekedar kata terima kasih?

Memang, menerima selalu menyenangkan. Namun, memberi dengan sikap tulus lebih membahagiakan. Tahukah kau, wahai ibu, hati nenek tua itu teramat terang, jauh lebih terang dari lampu yang menerangi temaram senja ini, bahkan mungkin lebih terang dari gemerlapnya seluruh mall di dunia.

~o o~

Beruntunglah jika kita bisa menjadi seperti sang nenek diatas... mungkin karena masih ada orang seperti mereka itulah dunia ini masih belum musnah sampai saat ini.

kiamat

Komentar 0

 
Jika kesulitan memilih ID, gunakan opsi Name/URL, isikan nama Anda, URL isi dengan URL profil facebook atau kalau lupa biarkan kosong. Link aktif di dalam komentar jika tidak relevan akan masuk kotak spam.
<b>, <i> standar bisa digunakan. Tag lain dibawah ini:
{u} text bergaris {/u}
{small} text kecil {/small}
{center} text rata tengah {/center}
{blockquote} text dalam blockquote {/blockquote}
{img} url-gambar {/img}
{youtube} url-video-youtube {/youtube}
{code} kode yang sudah di encode {/code}
Encode kode disini (tidak perlu menambahkan {code} dan {/code}
   

Popular Posts this Week 

Aplikasi Hari Selamatan Orang Meninggal (Perhitungan Online)

Aplikasi Hari Selamatan Orang Meninggal (Perhitungan Online)

Aplikasi Perhitungan Hari Selamatan Orang Meninggal dibawah ini sangat berguna untuk orang jawa, karena di keluarga manapun tidak akan terl...

Tipe Kamu Dari Cara Nyontek dan Perkerjaan Yang Cocok

Tipe Kamu Dari Cara Nyontek dan Perkerjaan Yang Cocok

Tipe Orang Menurut Cara Nyontek mungkin tidak menjadi salah satu ukuran dalam hal yang serius, tapi lumayan untuk menambah referensi dan m...

Kalender 2018 dan Hari Besar Libur Nasional

Kalender 2018 dan Hari Besar Libur Nasional

Download Kalender 2018 dan Hari Besar / Libur / Cuti Nasional dalam file PDF, sebenarnya mau membuat untuk versi kalender 2018 excel, tapi ...