Langsung ke konten utama
loading

Kekuatan Pujian

Jangan meremehkan manfaat sebuah pujian bagi orang lain. Kisah dibawah membuktikan bahwa ternyata meskipun kritik mampu membangun, tapi bisa juga menjerumuskan, sebaliknya meskipun pujian bisa membuat kita lupa diri, tapi bisa juga membuat kita naik ke jenjang lebih tinggi. Memang kita jangan sampai kemaruk dengan sanjung puji orang lain, namun pujian ternyata mampu membuat seseorang menjadi sukses.

Kekuatan Pujian

Ini adalah sebuah kisah nyata tentang seorang penyanyi terkenal di Eropa, ada seorang wanita bersuara bagus, dia bersuamikan seorang pemusik dan seorang pengarang lagu. Begitu pandainya sang suami ini tentang lagu, nada, birama, dan hal lain di bidang musik, sehingga dia selalu menemukan apa yang harus dikoreksi ketika isterinya menyanyi.

Saat sang istri menyanyi, sang suami selalu saja ada komentar dan kritik seperti, "bagian depan kurang tinggi". Kadang dia berkata, "bagian ini kurang pelan". Kali lain dia mengkritik, "bagian akhir harusnya kres... naik sedikit". Tiap kali istrinya menanyi selalu saja ada komentar dan kritik pedas yang dia lontarkan. Akhirnya wanita itu malas menyanyi. Dia berkeputusan "Wah, tidak usah menyanyi saja, jika semua salah. Malah kadang menjadi pertengkaran..."

Singkat cerita, karena suatu hal, sang suami meninggal dan lama setelah itu si wanita menikah lagi dengan seorang tukang ledeng. Tukang ledeng ini tidak tahu menahu soal musik. Yang ia tahu isterinya bersuara bagus dan dia selalu memuji isterinya kalau bernyanyi.

Suatu ketika isterinya bertanya, "Pak, bagaimana laguku?"

Dia menjawab antusias, "Sayang, aku ini selalu ingin cepat pulang karena mau dengar engkau menyanyi."

Lain kali dia berkata, "Sayang, kalau aku tidak menikah dengan engkau, mungkin aku sudah tuli karena bunyi dentuman, bunyi gergaji, bunyi cericit drat pipa ledeng, gesekan pipa ledeng dan bunyi pipa lainnya yang aku dengar sepanjang hari saat bekerja. Sebelum aku menikah denganmu, aku sering bermimpi dan terngiang-ngiang suara gergaji yang tidak mengenakkan itu ketika tidur. Sekarang setelah menikah dan sering mendengar engkau menyanyi, lagumulah yang terngiang-ngiang"

Istrinya sangat bersuka cita, tersanjung. Hal itu membuat dia gemar bernyanyi, bernyanyi dan bernyanyi. Mandi dia bernyanyi, masak dia bernyanyi dan tanpa disadarinya dia berlatih, berlatih dan berlatih. Suaminya mendorong hingga dia mulai merekam dan mengeluarkan kaset volume pertama dan ternyata disambut baik oleh masyarakat.

Wanita ini akhirnya menjadi penyanyi terkenal, dan dia terkenal bukan pada saat suaminya ahli musik, tetapi saat suaminya seorang tukang ledeng, yang memberinya sedikit demi sedikit pujian ketika dia menyanyi.

Sedikit pujian memberikan penerimaan. Sedikit pujian memberikan rasa diterima, memberikan dorongan, semangat untuk melakukan hal yang baik dan lebih baik lagi. Sedikit pujian dapat membuat seseorang bisa meraih prestasi tertinggi. Omelan, bentakan, kecaman, amarah atau kritik sesungguhnya tidak akan banyak mengubah.

Semoga memberi inspirasi, dan membuat kita makin bijak.

Komentar 7  Recent Comments