Langsung ke konten utama
loading

Kisah Cangkir Yang Cantik

Semua didunia ini awalnya adalah mentah, tak ada yang tanpa melalui proses, tidak ada yang langsung jadi bagus, bahkan permata juga melalui proses yang teramat panjang sebelum bisa disebut permata yang indah. Kali ini adalah kisah motivasi untuk kita renungkan. Kisah proses dari sebuah cangkir menjadi cantik meskipun asalnya hanya dari sebuah tanah liat yang buruk. Kisah diceritakan oleh cangkir yang bersangkutan.

Cangkir Yang Cantik

Sepasang suami istri pergi berbelanja di sebuah toko untuk mencari hadiah buat anak mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu," ujar sang istri kepada suaminya. "Benar, inilah cangkir tercantik yang pernah kulihat," ujar suami.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop...! Stop! aku berteriak, tapi orang itu berkata "belum...!" lalu dia mulai menyodok dan meninjuku berulang kali. Stop! Stop...! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku kedalam perapian. Panas...! Panas...! Teriakku dengan keras. Berhenti...! Cukup...! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "belum...!"

Akhirnya dia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Benarkah? Oh... ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan dia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop...! Stop...! Aku berteriak.

Wanita itu berkata "belum!" Lalu dia memberikan aku kepada seorang pria dan dia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong...! Hentikan penyiksaan ini...! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak perduli dengan teriakanku. Dia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik.

Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku...

Silahkan pahami dan rasakan apa yang bisa Anda dapatkan dari kisah cangkir cantik diatas, hanya orang yang beruntung mampu belajar dari kisah diatas.

Komentar 0  Recent Comments