loading

Maju Lebih Jauh! Bukan Menarik yang Lain Kebelakang

persaingan

Kecenderungan menjadi lebih maju dibanding yang lain sebernarnya sudah menjadi naluri semua orang, sayang sekali kadang untuk melakukan itu banyak yang menghalalkan segala cara dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan norma-norma moral. Ingin naik pangkat dengan cara menjatuhkan saingan, ingin terkenal dengan menjatuhkan nama saingan, ini sering terjadi saat ini, apalagi di dunia politik, cara-cara memalukan juga seringkali dilakukan, fitnah dan hoax mengotori suasana.

Cerita dibawah ini akan mengingatkan kita bahwa sebenarnya ada cara yang baik secara norma agama maupun norma kemasyarakatan diakui sebagai cara yang ksatria dan terpuji, menang tanpa ngasorake.

Mari kita simak kisah pendek dalam sebuah kelas sekolah.

Seorang guru membuat garis sepanjang 10 cm di papan tulis. Lalu dia berkata kepada murid-muridnya, "Anak-anak, coba perpendek garis ini!".

Anak pertama maju ke depan, ia menghapus 2 cm dari garis itu, sekarang menjadi 8 cm. Pak Guru mempersilakan anak kedua.

Ia pun melakukan hal yang sama, sekarang garisnya tinggal 6 cm.

Anak ketiga dan keempat pun maju ke depan, sekarang garis itu tinggal 2 cm.

Terakhir, anak yang lain maju ke depan. Ia membuat garis yang lebih panjang, sejajar dengan garis pertama, yang tersisa 2 cm itu.

Sang Guru menepuk bahunya, "Kau memang bijak nak. Untuk membuat garis itu menjadi pendek, tidak perlu menghapusnya, cukup membuat garis yang lebih panjang, maka garis yang pertama akan menjadi lebih pendek dengan sendirinya."

Maknanya: Untuk membuat diri kita terpandang tak perlu mengecilkan yang lain. Tak usah menjelekkan yang lain, karena secara tak langsung, membicarakan kejelekan yang lain adalah cara tak jujur untuk memuji diri sendiri. Cukup lakukan yang terbaik yang dapat kita lakukan untuk semuanya, biarkan waktu akan membuktikan kebaikan tersebut. Hentikan pembusukan, fitnah dan mengkerdilkan orang lain untuk mengangkat diri kita.

Cuplikan cerita diatas semoga menjadi inspirasi. Karena akan membuat kita untuk maju tanpa melirik kanan kiri melihat pesaing, asalkan kita maju terus, harapan ada di paling depan pasti terlaksana. Bukan dengan cara menendang yang lain agar terlempar kebelakang.

Dengan selalu maju kita akan selalu terbiasa dalam persaingan sempurna, misalnya untuk menjadi Ahli kita harus berlatih terus, bukan menjatuhkan pakar lainnya.

Komentar 0