Langsung ke konten utama
loading

Perbedaan USB 2.0 dengan USB 3.0

Perbedaan USB 2.0 dengan USB 3.0 (*) Seiring perkembangan waktu dan perkembangan teknologi, apa yang dulu pernah dianggap canggih, lama-kelamaan dianggap kuno. Begitu pula halnya dengan teknologi USB ini, mungkin ada yang belum tahu tentang teknologi USB 3.0, sebenarnya kalau sampai saat ini belum tahu agak kebangeten :)) karena teknologi ini sudah diperkenalkan sejak tahun 2007. Namun kalau USB sendiri, hampir setiap orang tentu mengenal dan sudah menggunakan Universal Serial Bus atau lebih dikenal dengan sebutan USB ini.

Perbedaan USB 2.0 dengan USB 3.0

Definisi USB sendiri adalah cara komunikasi antara peralatan dengan Host Controller (biasanya PC / laptop / smartphone). Selain itu USB ini sering dijumpai pada printer, scanner, mouse, kamera digital, flash drive, keyboard, dan lain sebagainya. Sebelum ada USB, lebih dulu dikenal port serial dan parallel. Namun untuk saat ini, port USB telah menjadi port komunikasi yang standar. USB 2.0 vs USB 3.0

USB 2.0

Teknologi USB 2.0 dikenalkan pada sekitar April 2000. Untuk kecepatan transfer (transfer rate), USB 2.0 bisa mencapai maksimal 480 Mbit / detik. Namun pada prakteknya, jarang sekali kecepatan USB 2.0 bisa sampai di atas 300 Mbit / detik. Selain itu, USB 2.0 memerlukan suplai maksimal daya sebesar 500 mA. Sedangkan untuk pin steker pada USB 2.0 berjumlah 4 buah.

USB 3.0

Berbeda dengan USB 2.0, teknologi USB 3.0 diperkenalkan sejak tahun 2007. Keunggulan yang diusung oleh USB 3.0 bila dibandingkan USB 2.0 adalah kecepatan transfer datanya (transfer rate) yang mampu mencapai 5 Gbit / detik. Hampir 10 kalilipat USB 2.0 kan? Perbedaan lain adalah permasalahan panjang kabel data. Jika pada USB 2.0, Anda disarankan manambah panjang kabel dengan maksimal 3 meter untuk menjaga kecepatan transfer data tetap akurat. Di USB 3.0, panjang kabel bukan lagi faktor yang mempengaruhi kecepatan transfer data. Selain itu, USB 2.0 memerlukan suplai maksimal daya sebesar 900 mA.

Kelebihan lain USB 3.0 dibandingan dengan USB 2.0 adalah sifatnya yang full duplex, artinya bahwa USB host dapat melakukan send and receive data secara terus menerus. Sedangkan untuk pin steker, USB 3.0 memiliki pin berjumlah 5 buah.

Ada beberapa hal baru yang bisa didapatkan melalui USB 3.0, antara lain:

  • Transfer rate bisa mencapai 4.8 Gbps.
  • Memaksimalkan bus power sehingga mampu men-support device yang haus akan daya.
  • Fitur power management baru.
  • Full duplex data transfer, dan dukungan terhadap tipe transfer baru.
  • Konektor dan kabel baru untuk mendukung data transfer yang lebih tinggi.

Kecepatan yang tinggi bisa didapat USB 3.0 karena sudah memiliki 9 pasang wire. Berbeda dengan USB 2.0 yang masih memiliki 4 pasang wire. Selain itu penambahan juga terjadi pada signaling method yang digunakan. Meskipun masih host-directed, namun USB 3.0 sudah menggunakan model “asynchrounous”, dimana USB 2.0 masih menggunakan “polling”.

type port USB
Tipe-tipe port USB

Berikut adalah fitur-fitur tambahan lainnya yang bisa didapatkan dari USB 3.0, antara lain:

  1. Daya lebih jika diperlukan.
  2. Dukungan streaming untuk jumlah transfer besar dan untuk kecepatan tinggi.
  3. Transfer bisa masuk ke dalam low power link diantara interval service.

Kesimpulan

Dari paparan diatas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan yang cukup mencolok antara USB 2.0 dengan USB 3.0 adalah tingkat kecepatan pengiriman data, yakni 400 Mbit/detik untuk USB 2.0 dan 5 Gbit / detik untuk USB 3.0.

Komentar 2  Recent Comments

  1. saat ini masih banyak gadget yang pakai USB 3.0 dam 2.0...jadi mau dipakai transfer dan konektifitas masih relevan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul! USB 3.0 juga bisa kok dipasangi USB 2.0, cuma speed ikut 2.0

      Hapus