Langsung ke konten utama
loading

Menulis Biasa vs Menulis Dalam Kaidah SEO

Menulis adalah kegiatan yang dilakukan oleh para blogger. Menulis itu memang tidak mudah apalagi jika tidak terlatih. Masih ingat dulu waktu pertama ngeblog, ide tidak ada, dan kalaupun mendapat ide, susahnya minta ampun untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan. Tapi seiring dengan proses dan latihan akhirnya sekarang mudah juga membuat postingan.

Menulis Dalam Kaidah SEO

Teknik menulis dengan batasan SEO adalah bagian terpenting dari jurus SEO, karena bagaimanapun konten adalah yang terpenting dari sebuah halaman situs. Teknik SEO tidak hanya dari backlink tapi susunan halaman harus bagus sesuai selera mesin pencari. Susunan halaman bukan hanya markup HTML, tapi juga tulisan itu sendiri.

Selama ini mungkin kita terbiasa menulis menurut kebiasaan menulis saat belajar disekolah dulu, atau dari bahasa-bahasa dan susunan kata dari bacaan kita selama ini, baik majalah maupun koran. Tapi kalau kamu tetap mempertahankan cara ini dalam ngeblog dan berharap mendapat pengunjung dari mesin pencari, maka maaf kalau saya katakan bahwa usaha kamu akan sangat tidak efektif. SEO tulisan

Kita menulis memang untuk dibaca manusia, tapi dilain pihak kita juga berharap crawler search engine juga akan mengindex banyak keyword dari tulisan kita. Apalagi jika dalam menulis sebuah artikel kita bermaksud menembak keyword tertentu, maka penulisan cara biasa tidak akan efektif. Untuk menjelaskan lebih lanjut sebaiknya kita amati dua paragraf dibawah ini, keduanya memiliki maksud dan tujuan yang sama-sama menjelaskan tentang tema reseller bisnis, tapi berbeda kualitas SEO-nya.

Kalimat Biasa:

Menjalani usaha reseller bisnis memang gampang-gampang susah, apalagi dalam bisnis online. Kita harus menjualkan produk orang lain dimana kita mendapat komisi dari tiap penjualan yang kita referensikan. Tapi bagaimanapun ini merupakan salah satu cara untuk mendapat penghasilan di internet.

Bandingkan dengan kalimat dibawah ini:

Menjalani usaha reseller bisnis memang gampang-gampang susah, apalagi jika kita menjadi reseller binis ini pada bisnis online. Kita harus menjual produk orang lain dan dari tiap penjualan yang terjadi dari rekomendasi kita maka kita akan mendapat komisi, itulah sebabnya usaha ini dinamakan reseller bisnis. Meskipun kadang hal ini tidak mudah, tapi bagaimanapun reseller bisnis merupakan alternatif untuk mendapat penghasilan di internet.

Tulisan yang digaris bawahi diatas tidak harus di garis bawahi tapi hanya menunjukkan kata yang kita optimasi. Yang perlu diingat jangan sampai pengulangan kata membuat manusia capek membacanya, jadi seni menulis secara SEO memang harus dilatih. Pengulangan juga jangan terlalu rapat, dan jangan "maksa" karena tulisan akan menjadi kaku.

Memang tidak mudah menggabungkan dua pendekatan yang berlainan kutub ini, manusia suka bacaan yang tidak bertele-tele sedangkan search engine menuntut kerapatan keyword yang sesuai seleranya sendiri untuk menentukan tema sebuah halaman web.

Cara ini hanya berguna bagi yang ingin berlatih, jika ingin menulis bebas ya silahkan saja, dan itu lebih gampang dan nyaman, karena teknik diatas meskipun sederhana, kadang dibutuhkan waktu yang lama sampai keterampilan menulis dalam kaidah SEO menyatu dengan diri kita. Saat sudah menyatu itulah maka menulis dalam kaidah SEO menjadi "biasa-biasa" saja.

Jadi berguna tidaknya cara ini tergantung tujuan dari ngeblog. Jadi buat apa berlatih capek-capek kalau tujuan kita hanya curhat pribadi di blog? Kembali pada point-point di keuntungan menjadi seorang blogger.

Semoga bermanfaat.


Ini adalah posting lama sekitar 9 tahun yang lalu disarikan dari para ahli SEO jaman itu, dan karena masih agak relevan dicatat disini juga sekedar merekam jejak tulisan jaman dulu. Masih relevan disini dengan catatan harus mengikuti aturan google / mesin pencari terbaru, jadi sifat penulisannya fleksibel, intinya tetap berlatih untuk menulis dalam sebuah aturan SEO.

Ini berat kalau tidak terlatih, namun perlu diingat, bayi dulu berjalan saja sangat susah, tapi apakah sekarang kamu untuk berjalan juga masih susah? Kembali pada, segala sesuatu terasa sulit di awal-awal saja.

Komentar 0  Recent Comments